![]() |
| Tradisi cembrengan atau pasar malam. |
Administratur PG Mojo Bambang Sutrisno mengatakan, pabrik gula di Sragen tersebut bakal melaksanakan giling perdana yang direncanakan pada awal Juni nanti. Prosesi dimulai sejak 11 Mei, sedangkan acara manten tebu dilaksanakan 12 Mei.
“Sudah menjadi kebiasaan sejak dulu, sebelum proses produksi dimulai dengan acara seperti manten tebu, selametan dan cembrengan atau pasar malam yang digelar di kompleks halaman pabrik,” ujarnya, kemarin.
Dia mengatakan, tradisi selametan sebelum proses giling memang tidak bisa dilepaskan dari PG Mojo. Pasalnya kegiatan ini menjadi seperti suatu spirit bagi para karyawan yang sudah lama tertanam puluhan tahun.
Dia menyampaikan, adanya acara sebelum kegiatan giling tebu seperti Cembrengan bisa dikatakan menimbulkan Multiplayer efect yang melibatkan ribuan orang. Dampaknya juga berimbas pada sector ekonomi bagi ribuan orang. ”Mereka yang terlibat bisa mendapatkan pemasukan tidak hanya yang secara langsung tapi juga yang tidak secara langsung,” ujarnya.
Terkait proses penggilingan, saat ini tengah menunggu analisa kemasakan tanaman tebu yang akan jadi bahan baku dalam proses produksi. Pada proses giling tahun tahun ini ditargetkan sama dengan tahun lalu, setidaknya menaggetkan3320 TCD.
PG Mojo dengan kapasitas produksi 2.550 TCD bahan baku tebu berasal dari wilayah Sragen. Melibatkani sekitar 300 kelompok tani yang tersebar di 15 kecamatan. Pemasok tebu kebanyakan dari daerah utara Bengawan Solo. Yakni Kecamatan Gesi, Tangen dan Jenar.
Sedangkan untuk proses revitalisasi baru saja berlangsung. Saat ini belum bisa meningkatkan target. Baru 2018 mendatang. Proses giling akan dilaksanakan 136 hari. ”Karena baru revitalisasi, kami tidak bisa meningkatkan produksi, revitalisasi baru sebagian menyentuh bagian mesin karena dikhawatirkan menggangu produksi,” tandasnya. (din/bun)
sumber: http://radarsolo.jawapos.com/







0 komentar:
Post a Comment